<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mosaik biru</title>
	<atom:link href="http://kisahmanis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kisahmanis.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 08:25:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kisahmanis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mosaik biru</title>
		<link>http://kisahmanis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kisahmanis.wordpress.com/osd.xml" title="Mosaik biru" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kisahmanis.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perjalananku ke dermaga</title>
		<link>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/05/27/perjalananku-ke-dermaga/</link>
		<comments>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/05/27/perjalananku-ke-dermaga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 08:16:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ratna Affath Ramadani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmanis.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Kawan, masih ingatkah kau tentang ceritaku yang kemarin? Sekarang aku ditugaskan di sebuah puskesmas pulau Kemojan. Salah satu dari deretan pulau di kepulauan Karimunjawa. Beberapa hari yang lalu setelah kedatanganku di Yogyakarta aku mendapatkan surat tugas ke pulau utara itu. Pernah kukatakan kepadamu kan? jika ku ingin membuat manusia tersenyum seperti para armada ksatria bintang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisahmanis.wordpress.com&amp;blog=10233211&amp;post=66&amp;subd=kisahmanis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kawan, masih ingatkah kau tentang ceritaku yang kemarin? Sekarang aku ditugaskan di sebuah puskesmas pulau Kemojan. Salah satu dari deretan pulau di kepulauan Karimunjawa. Beberapa hari yang lalu setelah kedatanganku di Yogyakarta aku mendapatkan surat tugas ke pulau utara itu.</p>
<p>Pernah kukatakan kepadamu kan? jika ku ingin membuat manusia tersenyum seperti para armada ksatria bintang. Hari Jum&#8217;at aku berangkat menuju Tanjung Emas, Semarang.</p>
<p>&#8220;Hati-hati ya nak&#8221; pesan ibuku sambil terisak.</p>
<p>&#8221; Bu, aku akan baik-baik saja disana seperti ibu tak tahu saja aku di negara antah berantah sana. Jangan khawatir aku akan kembali.&#8221; kataku.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:left;">Sabtu pagi aku tiba di dermaga Airut semarang. Walaupun tempat ini ramai tapi jika pagi dingin sekali. Sorban yang digerikan Ester tak pernah terlepas dari leherku. Sambil menunggu kedatangan kapal ke Kemojan, aku mampir ke warung makan. Tak ada tempat duduk, pagi-pagi sudah penuh sekali. Dermaga Airut sudah seperti sarang burung saja, disana-sini kuli-kuli menenteng koper-koper besar ke tempat penyeberangan.</p>
<p style="text-align:left;">Tak kalah juga calo-calo dengan senyum sintingnya merayu pembeli untuk membeli karcis haram itu. Ada satu hal yang menarik perhatianku. Seorang laki-laki yang sibuk dengan kameranya. Sepertinya fotografer atau wartawan mungkin. Aku mendekatinya.</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; Selamat pagi, maaf boleh tanya nggak?&#8221; sapaku basa-basi.</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; Pagi, silahkan boleh saja&#8221; jawabnya masih asyik dengan kameranya.</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Kapal yang menuju Karimunjawa berangkat jam berapa?&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; masih jam sembilan nanti&#8221;katanya. Kali ia menghentikan kegiatannya. Dia menoleh menatapku. &#8221; Kau Sendirian?&#8221; tanyanya.</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; Ya. aku mau ke kemojan. Kenalkan Alda. Ashley juga bisa. &#8221; perkenalan yang kaku, masih seperti dulu.</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; Dian&#8221;. dia menatp langit lagi dan lagi-lagi mulai memotret.</p>
<p style="text-align:left;">Aku duduk di sampingnya. memandangi langit yang berawan kemudian menatapnya. Ekspresi yang aneh. Sepertinya Dian begitu bahagia dengan hanya melihat awan. Ia tahu apa yang sedang aku pikirkan.</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; Bagiku langit dan awan adalah sebuah mahakarya maestro yang paling genius. Sangat indah&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; aku juga berpikir begitu&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; kita punya selera yang sama. Aku suka langit malam juga&#8221;  kata Dian</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; Ya. aku dulu sering menghabiskan waktuku duduk di padang ilalang untuk melihat bintang-bintang&#8221; kataku. Esther. Aku teringat padanya. Merindukan senyum jail itu, sekarang dia sedang apa ya?</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; Bintang ya&#8230;kali ini selera kita beda untuk langit malam hari. Aku lebih suka langit polos hitam sempurna&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; kenapa?&#8221; tanyaku penasaran</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; langit yang polos&#8230;langit yang akan kuhias dengan sejuta keindahan yang menjadikannya cantik rupawan.&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; sungguh? kau mau menaruh berapa bulan dan rasi bintang apa yang akan kau bentuk?&#8221; Orang ini semakin menarik bagiku. Lagi-lagi aku bertemu dengan orang yang menyukai langit selain Esther-ku.</p>
<p style="text-align:left;">&#8221; Satu cahaya terang untuk mendatangkan semua keindahan&#8221; jawabnya.</p>
<p style="text-align:left;">Kami pun terus mengobrol hingga kapl kartini tiba. Yang terakhir kutahu, ternyata dia pegawai di warung yang kukunjungi tadi. Dia memotre hanya karena ia menyukai langit.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisahmanis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisahmanis.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisahmanis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisahmanis.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisahmanis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisahmanis.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisahmanis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisahmanis.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisahmanis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisahmanis.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisahmanis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisahmanis.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisahmanis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisahmanis.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisahmanis.wordpress.com&amp;blog=10233211&amp;post=66&amp;subd=kisahmanis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/05/27/perjalananku-ke-dermaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ab5b8df6ca1065cc86865b51479b7ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ratnasariramadani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Markas Klan Jangkerik</title>
		<link>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/05/11/markas-klan-jangkerik/</link>
		<comments>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/05/11/markas-klan-jangkerik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 08:28:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ratna Affath Ramadani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmanis.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kau lihat itu?&#8221; kataku memulai pembicaraan. Kami duduk di sebuah padang yang ilalangnya setinggi betis. Hanya kami, berdua. &#8220;Ada apa dengan bintangnya?&#8221; kata Esther, dia temanku. &#8220;Lihatlah dengan seksama. Bintang merah yang paling besaritu. ia sekarat sepertinya&#8221; jawabku, memandanginya. Walaupun hanya sinar bulan purnama, tapi aku bisa melihat ekspresi wajahnya. Seperti biasa, suah ditebak bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisahmanis.wordpress.com&amp;blog=10233211&amp;post=57&amp;subd=kisahmanis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kau lihat itu?&#8221; kataku memulai pembicaraan. Kami duduk di sebuah padang yang ilalangnya setinggi betis. Hanya kami, berdua.</p>
<p>&#8220;Ada apa dengan bintangnya?&#8221; kata Esther, dia temanku.</p>
<p>&#8220;Lihatlah dengan seksama. Bintang merah yang paling besaritu. ia sekarat sepertinya&#8221; jawabku, memandanginya. Walaupun hanya sinar bulan purnama, tapi aku bisa melihat ekspresi wajahnya. Seperti biasa, suah ditebak bagi orang awam. Dan sepertinya aku termasuk orang awam. Tangan kirinya menopang dagu dan jari telunjuknya mengetuk-ngetuk hidung. Esther berpikir atau pura-pura berpikir aku tak tau pasti. Penampilannya menipu.</p>
<p>&#8220;Hemm..karena ,itu memang siklusnya. Semua yang diciptakan pasti mati&#8221; katanya. Aku menggeleng.</p>
<p>&#8221; Karena tak ada UGD untuk bintang yang sakit&#8221; ia menjawab sekenanya. Aku menghela nafas panjang. Menggeleng lagi.</p>
<p>&#8220;Dulu waktu kecil, nenekku bersenandung lagu bintang. Sungguh syahdu tapi merdu. Lalu ia bercerita bahwa ada sebuah negeri nan jauh disana. Kerajaan para ksatria bintang. Negeri yang kaya raya dan makmur. Akan tetapi suatu hari, terdengar kabar banyak orang jelata yang tak bisa bahagia ataupun hanya untuk tertawa. Karena malam tak pernah ada ujung. Kemudian pemimpin ksatria bintang mengerahkan armadanya untuk mengelilingi jagat raya. Sehingga tiap melihat malam uang berbintang, manusia dapat tersenyum. Bintang itulah para ksatria yang terlupakan oleh masa. &#8220;</p>
<p>Esther tersenyum kecil seraya mengusao rambutku. &#8221; Kau memang pendongeng kecilku. Ashley-ku.&#8221;. Tawanya makin keras.</p>
<p>Tersipu aku dibuatnya. Apanya yang lucu. Sudah lama kami tak berbincang sedekat ini. Melihat tawanya menghangatkan sekaligus menjengkelkan, kadang. Sesaat kami terdiam lagi. Asyik dengan pikiran masing-masing.</p>
<p>&#8220;Lalu apa hubungannya dengan bintang merah yang sekarat itu?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8221; Bintang terbentuk pertama kali berwarna putih berseri. Sesuci bayi manusia ketika dilahirkan. Semakin ia tumbuh dewasa mencari jati diri dan kesaktian di penjuru jagar raya. Agar ia bisa membuktikan dirinya layak menjadi ksatria bintang biru. Setelah semua pengabdiannya seumur hidup, si merah akan mati. &#8221; kataku. Setiap kata yang kuucapkan terasa beban bagiku. Aku harus memilih keputusan yang tepat dan kata-kata yang tepat pula untuk menjelaskan pada sahabatku ini.</p>
<p>&#8221; Aku mengerti. Itu yangkau inginkan. Pencarian jati diri untuk umat manusia agar tersenyum&#8221; tukasnya.</p>
<p>&#8221; Kau benar. Sebenarnya aku sangat senang tinggal disini. Tapi aku harus pulang, ke kampungku yang sangat membutuhkanku.&#8221;</p>
<p>Setelah lima tahun aku bersekolah disi, perancis kini saatnya aku pulang membawa ijazah master di kedokteran. Pihak asing  memberikanku pekerjaan disini tapi aku harus kembali. Aku mengenal Eshter saat masuk pertama kali dan hingga sekarang kami tetap bersahabat.</p>
<p>&#8220;Apakah kau akan kembali?&#8221;</p>
<p>&#8220;Mungkin&#8221; jawabku singkat. Aku memandang wajahnya, tapi ia sedang menerawang jauh di kegelapan. tatapan matanya kosong. kentara sekali ia memikirkan sesuatu. Dan aku tahu, ini bukan pura-pura atau kegiatan iseng biasanya, lebih syahdu.</p>
<p>&#8221; Aku pasti akan merindukanmu&#8221;. Ada ganjalan dalam mengucapkan kata-katanya.</p>
<p>&#8221; Aku juga&#8221;</p>
<p>Kemudian ia memberikan sebuah sorban. Kain usang bermotif seni jepang yang telah menemaninya bertahun-tahun, mungkin saja. Tak dapat kutahan air mataku.</p>
<p>&#8216;Janganlah menangis. Suatu saat nanti kita akan bertemu. Dan masa itu pasti adanya. Disini, di tempat ini.&#8221;</p>
<p>Beegitulah akhirnya, aku pulang dengan pedang ksatria bintang. Dan untuk Esther, kita pernah berjanji untuk saling merindukan dan tempat ini sebagai saksi saat kau ikrarkan janjimu. Janji menemuiku di padang ilalang ini, markas klan jangkerik, dulu kau menyebutnya. Tak lupa kepada armada ksatria binta, terimakasih pedangmu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisahmanis.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisahmanis.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisahmanis.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisahmanis.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisahmanis.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisahmanis.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisahmanis.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisahmanis.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisahmanis.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisahmanis.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisahmanis.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisahmanis.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisahmanis.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisahmanis.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisahmanis.wordpress.com&amp;blog=10233211&amp;post=57&amp;subd=kisahmanis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/05/11/markas-klan-jangkerik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ab5b8df6ca1065cc86865b51479b7ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ratnasariramadani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FEEDBACK&#8230;AHHA4???</title>
		<link>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/04/21/feedback-ahha4/</link>
		<comments>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/04/21/feedback-ahha4/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 08:28:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ratna Affath Ramadani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmanis.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa hidup terus saja berjalan tanpa kita sadari. Pada suatu ketika, kita dihadapkan pada sesuatu yang tidak kita mengerti. Belasan tahun yang lalu kita masih suka ngompol dan berebut gundu. Kini, kita menjadi mahasiswa. Dewasa. Benarkah? itu yang kita harapkan&#8230;..tapi sudahkah kita menjadi seperti itu?<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisahmanis.wordpress.com&amp;blog=10233211&amp;post=54&amp;subd=kisahmanis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa hidup terus saja berjalan tanpa kita sadari. Pada suatu ketika, kita dihadapkan pada sesuatu yang tidak kita mengerti. Belasan tahun yang lalu kita masih suka ngompol dan berebut gundu. Kini, kita menjadi mahasiswa. Dewasa. Benarkah? itu yang kita harapkan&#8230;..tapi sudahkah kita menjadi seperti itu?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisahmanis.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisahmanis.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisahmanis.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisahmanis.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisahmanis.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisahmanis.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisahmanis.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisahmanis.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisahmanis.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisahmanis.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisahmanis.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisahmanis.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisahmanis.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisahmanis.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisahmanis.wordpress.com&amp;blog=10233211&amp;post=54&amp;subd=kisahmanis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/04/21/feedback-ahha4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ab5b8df6ca1065cc86865b51479b7ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ratnasariramadani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kahlil gibran berkata tentang sahabat</title>
		<link>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/02/22/kahlil-gibran-berkata-tentang-sahabat/</link>
		<comments>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/02/22/kahlil-gibran-berkata-tentang-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 08:37:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ratna Affath Ramadani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmanis.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan? sahabat adalah kebutuhan jiwa,yang mesti terpenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh terimakasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Karena kau menghampirinya saat hati lapar dan kau mencarinya, saat jiwa butuh kedamaian. Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya. Kau tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisahmanis.wordpress.com&amp;blog=10233211&amp;post=51&amp;subd=kisahmanis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan? sahabat adalah kebutuhan jiwa,yang mesti terpenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh terimakasih.</p>
<p style="text-align:center;">Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Karena kau menghampirinya</p>
<p style="text-align:center;">saat hati lapar dan kau mencarinya, saat jiwa butuh kedamaian. Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya. Kau tidak takut membisikkan kata &#8220;tidak&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan &#8221; ya&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">Dan bilamana ia diam, hatimu tiada kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya</p>
<p style="text-align:center;">karena tanpa ungkapan kata dalam rangkuman persahabatan, segala hasrat dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh. Pun tiada terkirakan</p>
<p style="text-align:center;">Di kala berpisah dengan sahabat, hanganlah berduka cita</p>
<p style="text-align:center;">karena yang paling kau sayangi dari dalam dirinya mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaanya. bagai gunung bagi seorang pendaki nampak lebih agung daripada tanah ngarai.</p>
<p style="text-align:center;">Dan tiada maksud lain dari persahabatan. kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih masih menyisakan pamrih di luar jangkauan misterinya. Bukanlah kasih tetapi sebuah jala yang ditebarkan. Hanya menangkap yang tiada diharapkan.</p>
<p style="text-align:center;">Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu. Jika dia harus tahu musim surutmu biarlah dia mengenal pula musim pasangmu</p>
<p style="text-align:center;">Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya</p>
<p style="text-align:center;">untuk sekedar bersama dalam membunuh waktu. Carilah dia untuk bersama menghidupkan sang waktu. Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu. Bukan mengisi kekosonganmu.</p>
<p style="text-align:center;">Dan dalam manisnya persahabatan. Biarkanlah ada tawa ria berbaggi kebahagiaan. Karena dalam titik-titik kecil embun pagi hati manusia menemukan fajar sejati dan gairah segar kehidupan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisahmanis.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisahmanis.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisahmanis.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisahmanis.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisahmanis.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisahmanis.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisahmanis.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisahmanis.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisahmanis.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisahmanis.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisahmanis.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisahmanis.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisahmanis.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisahmanis.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisahmanis.wordpress.com&amp;blog=10233211&amp;post=51&amp;subd=kisahmanis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/02/22/kahlil-gibran-berkata-tentang-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ab5b8df6ca1065cc86865b51479b7ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ratnasariramadani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>satu</title>
		<link>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/02/20/satu/</link>
		<comments>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/02/20/satu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 07:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ratna Affath Ramadani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmanis.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Dia tergeletak dalam kekosongan Matanya sarat akan keterasingan Sehitam jelaga Hingar bingar merah darah datang ke kotanya membungkam para petuah Demi setetes asa yang tak pernah dikatakan &#8216; Kau sudah cukup keras&#8217; kataku menekuk baja dengan tanganmu Hati yang sebiru langir cerah Sehitam yang kulihat sekarang pencuri kotor di jalanan Aku meniggalkan keterasinganmu cukup lama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisahmanis.wordpress.com&amp;blog=10233211&amp;post=49&amp;subd=kisahmanis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dia tergeletak dalam kekosongan</p>
<p>Matanya sarat akan keterasingan</p>
<p>Sehitam jelaga</p>
<p>Hingar bingar merah darah datang ke kotanya</p>
<p>membungkam para petuah</p>
<p>Demi setetes asa yang tak pernah dikatakan</p>
<p>&#8216; Kau sudah cukup keras&#8217; kataku</p>
<p>menekuk baja dengan tanganmu</p>
<p>Hati yang sebiru langir cerah</p>
<p>Sehitam yang kulihat sekarang</p>
<p>pencuri kotor di jalanan</p>
<p>Aku meniggalkan keterasinganmu cukup lama</p>
<p>cukup untuk menghempaskanmu ke dalam jelaga</p>
<p>Tpi sungguh, demi malam ini</p>
<p>yang kusandarkan keningku padanya</p>
<p>tetap kita songsong</p>
<p>lembaran baja sekalipun</p>
<p>Aku tak lagi peduli</p>
<p>tentang mitos kekusutan</p>
<p>Para penekuk baja di kota kita</p>
<p>Tak usah kau mencari asa yang tersesat</p>
<p>kulihat dia di matamu yang sehitam jelaga</p>
<p>Kita buat mitos</p>
<p>tentang kekosongan dan kekusutan yang tersesat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kisahmanis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kisahmanis.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kisahmanis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kisahmanis.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kisahmanis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kisahmanis.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kisahmanis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kisahmanis.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kisahmanis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kisahmanis.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kisahmanis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kisahmanis.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kisahmanis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kisahmanis.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kisahmanis.wordpress.com&amp;blog=10233211&amp;post=49&amp;subd=kisahmanis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmanis.wordpress.com/2010/02/20/satu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ab5b8df6ca1065cc86865b51479b7ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ratnasariramadani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
